Jumat, 15 Juli 2011

AKUNTANSI UTANG OBLIGASI

Akuntansi Utang Obligasi

Untuk memenuhi kebutuhan modal, kadang perusahaan melakukan beberapa cara, salah satunya adalah dengan mencari pinjaman dari masyarakat atau para pemilik modal. Mencari modal dari masyarakat atau pemilik modal ini ada dua jenis, dalam bentuk saham. dan dalam bentuk obligasi. Seperti halnya wesel, obligasi juga disertai dengan surat janji tertulis untuk membayar bunga dan pokok pinjaman (atau biasa disebut nilai nominal atau nilai pari). Nilai nominal obilgasi dan tingkat bunga dicantumkan pada surat obligasi. Bunga obligasi per tahun dihitung dengan mengalikan persentase bunga terhadap nilai nominal. Kebanyakan bunga dibayarkan setiap enam bulan sekali.

a. Perbedaan Utang wesel dengan Utang Obligasi
Utang wesel terjadi karena perusahaan memperoleh pinjaman hanya dari satu kreditur, contohnya hutang ke bank. Kebalikan dari utang wesel, utang obligasi adalah hutang ke banyak kreditur. Baik kreditur perorangan maupun dalam bentuk badan usaha. Biasanya, penjualan obligasi ini dilakukan di pasar modal.

b. Keuntungan dan Kerugian Utang Wesel dengan Utang Obligasi
Obligasi dikeluarkan oleh perusahaan biasanya untuk memenuhi kebutuhan modal jangka panjang atau untuk kegiatan investasi. Sedangkan utang wesel biasanya untuk memenuhi permodalan perusahaan dalam jangka pendek, utang wesel ini biasanya digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan.
Kerugian mengeluarkan utang obligasi yaitu beban bunga yang besar dan terus-menerun sampai beberapa tahun ke depan. Kerugian mengeluarkan utang wesel yaitu harus cepat-cepat mengembalikan utang dalam jangka waktu yang singkat.

c. Akuntansi penerbitan Obligasi
ada beberapa istilah dalam akuntansi untuk pencatatan obligasi
-Nilai nominal obligasi adalah nilai yang tercetak atau tercantum pada surat obligasi. Nilai ini menunjukkan jumlah yang harsu dilunasi pada saat obilgasi ini jatuh tempo.
- Tanggal jatuh tempo adalah tanggal dimana obligasi yang telah dikeluarkan harus dibayar.
- Bunga obligasi adalah biaya yang harus dibayarkan selain pembayaran untuk nilai nominal obligasi. Bunga ini bisa dibayarkan setiap bulan, atau bisa juga dibayar tiap tahun. Bunga obligasi ini dihitung berdasarkan prosentase tertentu dari nilai nominal obligasi.
- Tanggal bunga adalah tanggal pembayaran bunga obligasi. Biasanya dalam satu tahun dibayar dua kali

d. Jurnal pencatatan Utang Obligasi
- Pada saat penjualan obligasi
>> Kas--------------Rp 100.000.000
>>>>> Utang Obligasi-----Rp 100.000.000

- Pada saat pembayaran bunga
>> Biaya Bunga--Rp 5.000.000
>>>>> Kas-----------Rp 5.000.000

(misalkan bunga per tahun 10% dan bunga dibayar per 6 bulan)

- Pada saat Obligasi dilunasi
>> Utang Obligasi--Rp 100.000.000
>>>>> Kas---------------Rp 100.000.000

PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KAS

Pengendalian Intern Terhadap Kas
Karena sifatnya yang sangat mudah untuk dipindah tangankan dan tidak dapat dibuktikan pemiliknya, maka kas mudah digelapkan. Oleh karena itu diperlukan pengawasan yang ketat terhadap kas. Langkah preventif untuk mencegah penggelapan terhadap kas yaitu dengan Pengendalian Intern Terhadap Kas.
Sistem pengendalian intern terhadap kas yaitu dilakukan dengan memisahkan fungsi-fungi penerimaan, pencatatan dan penyimpanan. Bentuk-bentuk prosedur pengendalian antara lain :
A. Untuk penerimaan uang :
1. Pemisahan yang jelas fungsi-fungsi dalam penerimaan kas, setiap penerimaan kas harus segera dicatat dan disetor ke bank.
2. Pemisahan fungsi antara pengurusan kas dengan fungsi pencatat kas.
3. Pengawasan yang ketat terhadap fungsi penerimaan dan pencatat kas.
4. Dibuat laporan kas setiap hari.

B. Untuk pengeluaran kas
1. Setiap pengeluaran uang harus menggunakan cek, kecuali pengeluaran yang jumlahnya kecil yaitu menggunakan kas kecil.
2. Dibentuk kas kecil
3. Pemisahan antara pihak yang mengumpulkan bukti pengeluaran, yang menulis cek dan yang menandatangani cek serta yang mencatat pengeluaran.
4. Pemeriksaan internal pada jangka waktu yang tidak tentu.
5. Laporan pengeluaran kas harian

PIUTANG

Piutang
Piutang termasuk aktiva lancar. Artinya piutang tersebut dapat dicairkan dalam jangka waktu yang singkat, maksimal dalam satu tahun buku. Ditinjau dari sumber terjadinya, piutang digolongkan menjadi dua kategori yaitu :

1. Piutang Usaha
Piutang Usaha ( account receivable ) ini timbul dari hasil utama perusahaan yang berupa penjualan produk atau penjualan jasa dan layanan yang diberikan perusahaan. Piutang ini seluruhnya dapat dimasukkan sebagai aktiva lancar dengan syarat jangka waktu penagihannya kurang dari satu tahun.

2. Piutang Lain-lain
Piutang Lain-lain ( other receivable ) timbul karena transaksi selain dari kegiatan usaha utama perusahaan, misalnya penjualan aktiva perusahaan, pemberian pinjaman kepada karyawan.

Piutang dalam laporan keuangan ditulis sebesar jumlah kotor tagihannya dan disertai dengan jumlah taksiran piutang yang tidak dapat ditagih / piutang diragukan.
Jurnal yang berkaitan dengan piutang usaha sebagai berikut :
a. Timbulnya piutang usaha karena penjualan kredit
Piutang Usaha Rp. 50.000.000
Penjualan Rp. 50.000.000

( Penjualan tidak kena PPN )
Piutang Usaha Rp. 55.000.000
Penjualan Rp. 50.000.000
PPN Keluaran Rp. 5.000.000

b. Terjadi pengembalian barang oleh konsumen :
Retur Rp. 1.000.000
Piutang Usaha Rp. 1.000.000
( retur barang tidak kena PPN )

Retur Rp. 1.000.000
PPN Keluaran Rp. 100.000
Piutang Usaha Rp. 1.100.000
( retur barang kena PPN )

c. Pemberian potongan atas penjualan tunai :
Kas Rp. 49.000.000
Pot. Tunai Rp. 1.000.000
Penjualan Rp. 50.000.000


Kadang piutang tidak dapat ditagih keseluruhan, hal ini menimbulkan kerugian. Jika jumlah piutang yang tidak dapat ditagih relatif kecil, perusahaan tidak perlu membentuk cadangan / penyisihan. Tapi jika jumlah piutang yang tidak dapat ditagih jumlahnya cukup besar dan berisiko maka sebaiknya perusahaan membentuk cadangan.

Metode penghapusan piutang yaitu :
a. Metode penghapusan langsung ( direct write off method )
Ketika dalam satu tahun buku ada piutang tidak tertagih maka pada akhir tahun dilakukan penghapusan dengan jurnal :

Biaya piutang tidak tertagih Rp. 5.000.000
Piutang Usaha Rp. 5.000.000

b. Metode penyisihan / cadangan ( allowance method )
Dengan metode ini, piutang yang diperkirakan tidak dapat ditagih dicatat dengan jurnal. Contoh, piutang usaha Rp 20.000.000,- diperkirakan 2% tidak dapat ditagih. Maka jurnal untuk penyisihan piutang tidak tertagih adalah :

Biaya piutang tidak tertagih Rp. 400.000
Penyisihan piutang tidak tertagih RP. 400.000
( 20.000.000 x 2% = 400.000 )

neraca saldo

Neraca Saldo
Adalah neraca yang mencatat saldo-saldo buku besar yang ada dalam perusahaan. Tujuan pembuatan neraca saldo adalah:
1. Untuk menguci kesamaan debet dan kredit dalam buku besar.
2. Untuk mempermudah dalam penyusunan laporan keuangan.
3. Contoh neraca saldo perusahaan cv Adam computer per 31 oktober 1996, yang datanya dikutip dari buku besar perusahaan tersebut adalah sbb:
CV Adam Computer
NERACA SALDO
31 oktober 1996

Nama Rekening
Saldo
Debet Kredit
Kas
Persediaan
Peralatan
Hutang Bank
Modal
Biaya Sewa
Biaya Servis
Pendapatan servis
Biaya Gaji 78.500
5.000
25.000


5.000
5.000

1.500


50.000
50.000


20.000
JUMLAH 120.000 120.000

Jumlah saldo Debet dan Kredit Neraca Saldo harus selalu sama. Dalam contoh diatas jumlahnya sama yaitu 120.000.

1. Jurnal penyesuaian

Adalah jurnal yang membuat menyesuaikan keadaan yang sebenarnya.
Contoh Jurnal Penyesuaian
1. Pada tgl 1 Juli 2010, CV Adam Computer menyewa gedung yang akan dipergunakan sebagai kantor sekaligus tempat usaha sebesar Rp.5.000,- untuk selama 1 tahun (1 Juli 2010 s.d 30 Juni 2011) dan dibayar tunai diawal.

Biaya Dibayar Dimuka Rp.2.500
Biaya Sewa Rp.2.500

2. Pada tgl 2 Juli 2010, CV Adam Computer meminjam uang di Bank untuk menambah modalnya sebesar Rp.50.000,- dengan bunga 12% setahun dan harus lunas tanggal 1 Juli 2011.

Biaya Bunga Rp.3.000
Hutang Biaya Bunga Rp.3.000




3. Pada tgl 1 Okt 2010, CV Adam Computer membeli 4 unit peralatan untuk memperbaiki komputer senilai Rp.25.000,- dibayar tunai.


Biaya Penyusutan Rp.1.250
Akumulasi Penyusutan Rp.1.250

2. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

adalah saldo2 buku besar setelah disesuaikan dengan keadaan akhir tahun atau keadaan saat menyusun laporan keuangan. Yang disesuaikan adalah nilai saldo2 tertentu dalam neraca saldo. Apa yang dinilai dan bagaimana cara menyesuaikan diatur dalam kaidah akuntansi. Penyesuaian saldo2 pada akhir tahun atas sebagian saldo rekening yang ada dalam neraca saldo tahun tersebut dilaksanakan dengan JURNAL PENYESUAIAN.
Jurnal2 penyesuaian tersebut diatas dapat diposting pada neraca saldo (kolom 5 dan 6)sehingga dapat diketahui Neraca sebelum dan setelah disesuai sbb:

Neraca Saldo Penyesuaian Saldo stlh penyesuaian
No Nama Rekening Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Kas 78.500 0 0 0 78.500 0
2 Persediaan 5.000 0 0 0 5.000 0
3 Peralatan 25.000 0 0 0 25.000 0
4 Hutang Bank 0 50.000 0 0 0 50.000
5 Modal 0 50.000 0 0 0 50.000
6 Biaya Sewa 5.000 0 0 2.500 2.500 0
7 Biaya Servis 5.000 0 0 5.000 0
8 Pendapatan servis 0 20.000 0 0 0 20.000
9 Biaya Gaji 1.500 0 0 0 1.500 0
10 Biaya Sewa dibayar dimuka 0 0 2.500 0 2.500 0
11 Biaya Penyusutan 0 0 1.250 0 1.250 0
12 Akumulasi Penyusutan 0 0 0 1.250 0 1.250
13 Hutang Bunga 0 0 0 3.000 0 3.000
14 Biaya Bunga 0 0 3.000 0 3.000 0
JUMLAH 120.000 120.000 6.750 6.750 124.250 124.250

Penjelasan kolom:
- Kolom 3 dan 4 adalah kolom Neraca Saldo (sblm penyesuaian)
- Kolom 5 dan 6 adalah kolom Jurnal Penyesuaian.
- Kolom 7 dan 8 adalah kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Jurnal Pencatatan Saham
Misal sebuah perusahaan mengeluarkan saham 10.000 lembar dengan nilai nominal per lembar Rp 10.000. sejumlah 4.000 lembar terjual dengan harga Rp 450.000.000 tunai
Jurnal pencatatannya :
< Kas Rp 450.000.000
<< Modal Saham Rp 400.000.000
<< Agio Saham Rp 50.000.000

Perhitungannya :
Modal saham = 4.000 lbr X Rp 10.000 = Rp 400.000.000
Agio saham = 450.000.000 – 400.000.000 =Rp 50.000.000


Misal nilai nominal tidak ditetapkan (no par value), sehingga jumlah yang diterima tunai atas penjualan tersebut tidak dicatat dalam akun “tambahan modal disetor”, tetapi akun Modal Saham.
Jurnalnya :
< Kas Rp 450.000.000
<< Modal Saham Rp 450.000.000

Dapat pula penjualan saham tersebut dibayar dengan tanah, maka jurnalnya :
< Tanah Rp 450.000.000
<< Modal Saham Rp 400.000.000
<< Tambahan Modal Saham Rp 50.000.000

Apabila harga pasar tanah ditetapkan sebesar Rp 425.000.000 dan harga pasar saham tidak ditetapkan, jurnalnya :
< Tanaga Rp 425.000.000
<< Modal Saham Rp 400.000.000
<< Tambahan Modal Disetor Rp 25.000.000

TEORI AKUNTANSI


Aktiva Tetap

Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun (PSAK No. 16 tahun 2007).
Masa manfaat adalah periode aktiva tetap diharapkan dapat digunakan oleh perusahaan, atau jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan perusahaan.

Pengakuan Aktiva Tetap
           Suatu benda berwujud dapat diakui dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap berdasarkan ketentuan akuntansi komersial yaitu :
 1. Manfaat keekonomian masa yang akan datang yang berkaitan dengan aset .    tersebut yang kemungkinan akan diperoleh perusahaan.
2. Biaya perolehan dapat diukur secara andal
Karakteristik yang membedakan aktiva tetap dari barang dagangan adalah bahwa aktiva tetap dimiliki perusahaan untuk digunakan, sedangkan barang dagangan untuk dijual.

            Contoh : komputer pada toko komputer adalah barang dagangan, karena perusahaan membeli komputer untuk dijual kembali. Sekarang bagaimana kalau tabung gas elpiji pada toko pengecer gas elpiji? Kalau yang dijual gasnya saja maka tabungnya adalah aktiva tetap milik toko tersebut, tapi jika toko tersebut menjual gas + tabungnya maka tabungnya termasuk barang dagangan.
Tanah yang dibeli perusahaan dan tidak langsung digunakan untuk operasional perusahaan, ada rencana menggunakan tapi tidak dalam waktu dekat maka tanah tersebut bukanlah aktiva tetap tapi investasi jangka panjang.

            Aktiva tetap diakui / dicatat sebesar harga atau biaya perolehan. Harga ini terdiri dari harga beli, termasuk bea impor, PPN masukan yang tidak dapat dikreditkan, dan biaya lain yang dapat diatribusikan secara langsung sampai aktiva tersebut siap dipakai.
           Biaya yang dapat diatribusikan contohnya adalah biaya persiapan tempat, pengiriman awal (initial delivery), penyimpanan, bongkar muat, pemasangan dan biaya profesional (arsitek/ insinyur).